Indonesia, sebagai produsen kelapa terbesar di dunia, menghadapi tantangan signifikan dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing ekspor kelapa dalam tempurung (coconuts in shell) di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing ekspor kelapa dalam tempurung (coconuts in shell) Indonesia menggunakan data sekunder dengan kode HS 080112 dari tahun 2014 – 2023. Data diperoleh dari Trade Map dan FAOSTAT. Metode yang digunakan mencakup analisis Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamics (EPD). Hasil analisis RCA menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang kuat dibandingkan pesaing seperti Thailand, Vietnam, dan India, terdapat penurunan nilai RCA yang signifikan dari tahun 2014 – 2023, menunjukkan melemahnya daya saing. Analisis EPD mengidentifikasi bahwa Indonesia cenderung berada pada posisi 'lost opportunity', yang menandakan stagnasi dalam pertumbuhan ekspor, meskipun terdapat potensi pasar yang signifikan. Faktor internal seperti kapasitas produksi dan keterbatasan teknologi, serta faktor eksternal seperti fluktuasi nilai tukar dan permintaan global, dapat mempengaruhi kinerja ekspor. Sementara itu, pesaing utama Thailand dan India juga menghadapi tantangan serupa, dengan Thailand menunjukkan potensi daya saing yang meningkat. Penelitian ini menyarankan perlunya strategi untuk mengatasi tantangan internal dan eksternal guna meningkatkan daya saing ekspor kelapa Indonesia di pasar global.
Copyrights © 2024