Latar Belakang: Pengukuran kinerja penting untuk menilai efektivitas dan efisiensi operasional rumah sakit. Observasi awal menunjukan bahwa terdapat karyawan yang berhenti kerja dan pandemi COVID-19 mengganggu arus kas rumah sakit. Tujuan: untuk mengukur kinerja Rumah Sakit X di Kota Padang Panjang menggunakan pendekatan balanced scorecard, dengan menganalisis perspektif keuangan serta pembelajaran dan pertumbuhan. Metode: penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan fokus pada dua indikator keuangan, yaitu ROA dan ROE, serta pembelajaran dan pertumbuhan melalui retensi karyawan yang mencakup komponen organisasi, peluang karir, penghargaan, rancangan tugas dan pekerjaan, serta hubungan karyawan. Populasi penelitian ini terdiri dari 40 responden karyawan non-medis. Hasil: Kinerja keuangan rumah sakit mengalami penurunan, dengan ROA dari 2,23% pada tahun 2022 menjadi 0,51% pada tahun 2023, dan ROE dari 2,54% menjadi 0,57% pada periode yang sama. Dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, komponen organisasi, peluang karir, dan penghargaan dinilai baik (52,5%, 52,5%, dan 57,5%,). Sedangkan, rancangan tugas dan pekerjaan serta hubungan karyawan dinilai kurang baik (75% dan 62,5%). Kesimpulan dan Saran: Disimpulkan bahwa kinerja keuangan rumah sakit dinilai kurang baik, sedangkan aspek pembelajaran dan pertumbuhan sebagian besar dinilai baik, kecuali rancangan tugas dan pekerjaan serta hubungan karyawan. Disarankan agar rumah sakit mengevaluasi strategi pengelolaan aset dan ekuitas, memperbaiki rancangan tugas, dan meningkatkan dukungan manajemen serta interaksi positif antar karyawan. Aspek yang dinilai baik perlu dipertahankan dan ditingkatkan untuk mendukung retensi karyawan dan kinerja rumah sakit.
Copyrights © 2024