Pernikahan ideal merupakan pernikahan yang di inginkan oleh setiap orang yang telah menikah. Namun realita nya kehidupan pernikahan tidak seindah yang di ekspektasikan kecuali dengan nilai spiritual yang kuat, kesiapan mental yang kuat, emosional yang baik, dan pola komunikasi yang sehat. Agama memberikan tekanan kepada pasangan untuk mempertahankan pernikahan, meskipun menghadapi masalah yang signifikan, karena pernikahan dipandang sebagai sesuatu yang sakral dan tidak boleh dengan mudah diakhiri. Penelitian ini berfokus dan bertujuan pada bagaimana norma-norma dan ajaran agama islam membentuk harapan terhadap pernikahan, serta bagaimana pasangan menangani tantangan dan konflik dalam permasalahan yang terjadi didalam pernikahan. Sumber data di peroleh dari media sosial, website resmi, dan jurnal. Teknik analisis menggunakan analisis content. Hasil penelitian menunjukkan Sosiologi agama secara teoritis menjelaskan bagaimana untuk menjaga keseimbangan sosial, yaitu bagaimana individu dalam keluarga memiliki tugas tertentu yang harus dijalankan untuk mencapai keharmonisan. Dalam pandangan sosiologi agama, komitmen dan kesetiaan dalam pernikahan merupakan fondasi utama yang tidak hanya mencerminkan hubungan antara suami dan istri, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai sosial, moral, dan spiritual yang ditanamkan oleh ajaran agama dalam kehidupan masyarakat. Pernikahan, sebagai sebuah institusi sosial, dianggap sebagai wadah di mana nilai-nilai agama dan moral disosialisasikan dan dipertahankan. Komitmen dan kesetiaan dalam pernikahan tidak hanya menjadi kewajiban personal, tetapi juga memiliki implikasi sosial yang lebih luas, di mana peran agama sangat signifikan dalam mengatur dan menegaskan pentingnya ikatan pernikahan.
Copyrights © 2024