Kampung wisata Tridi muncul karena inisiasi dan kerjasama dari komunitas Guyspro bersama pemerintah Kota Malang kemudian dikelola oleh warga sekitar. Awalnya, kampung Tridi dikenal kampung yang kumuh, setelah menjadi kampung wisata, akhirnya terjadi perubahan dari berbagai aspek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sosial pada masyarakat Kampung Tridi dari segi sosial, budaya dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus mengenai perubahan socio-cultural dan lingkungan bagaimana masyarakat Kampung Tridi mampu mengembangkan wilayah yang awalnya kumuh menjadi kawasan yang memiliki potensi ekonomi maju di sekitar aliran Sungai Brantas. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan dalam aspek socio-cultural dan lingkungan dari segi interaksi dan perilaku masyarakat, mata pencaharian, sistem sosial, serta lingkungan. Temuan penelitian ini yaitu, Kampung Tridi memberikan sebuah perubahan baru yaitu terbentuknya pola interaksi gemeinschaft, sistem sosial baru bernama Paguyuban Kampung Tridi, penggiat UMKM, dan pekerjaan baru. Penelitian ini berbeda karena mencakup fase perubahan yang unik yaitu perubahan ketika awal dibuka wisata, masa pandemi COVID-19 dan pasca pandemi. Pada masa awal menjadi tempat wisata, terjadi perubahan signifikan dalam berbagai aspek, aktivitas melemah ketika covid, dan pasca pandemi, masyarakat memiliki resiliensi rendah.
Copyrights © 2024