Produksi serasah di ekosistem mangrove sangat penting bagi komunitas mangrove. Ia juga memiliki peran penting dalam menyumbangkan karbon ke muara di daerah tropis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi serasah mangrove di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Indonesia yang mempunyai tipe pasang surut medium high tides, dan bagaimana faktor lingkungan mempengaruhi produksi serasah. Metode yang digunakan untuk menangkap serasah di hutan dalam jangka waktu tertentu adalah dengan metode perangkap serasah dengan menggunakan 34 buah perangkap serasah ukuran masing-masing 1 x 1 meter dan ukuran mata jaring 1 mm yang disebar secara teratur dan digantung diatas ketinggian pasang surut maksimum. Sampah yang terperangkap dipilah menjadi daun, ranting, komponen reproduksi, dan komponen lainnya. Litterfall dipanggang dalam oven bersuhu 105 oC selama 24 jam dan ditimbang berat keringnya. Produksi tahunan serasah mangrove pada daerah pasang sedang-tinggi adalah 761,37 g m-2. Daun merupakan komponen yang paling dominan dalam serasah mangrove. Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara produksi serasah dengan curah hujan bulanan, sedangkan korelasi antara produksi serasah dengan kecepatan angin hanya mempengaruhi bagian reproduksi yang dipengaruhi secara signifikan oleh kecepatan angin.
Copyrights © 2025