Imunisasi merupakan usaha untuk membangun atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga ketika terpapar penyakit tersebut di kemudian hari, orang tersebut tidak akan jatuh sakit atau hanya mengalami gejala ringan. Di Indonesia, meskipun cakupan imunisasi rutin nasional telah meningkat menjadi sekitar 94,9% pasca pandemi COVID-19, masih terdapat sekitar 5% atau sekitar 240.000 anak-anak yang belum mendapatkan perlindungan imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pemberian imunisasi polio bagi anak usia 0-9 bulan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode literature review studi ini mengambil 48.640 artikel dari Google Scholar, kemudian dilakukan tinjauan PRISMA tersaring 30 artikel, dan akhirnya 10 artikel yang di anggap paling relevan dengan tema penelitian. Berdasarkan literatur 10 jurnal yang dianalisis menyatakan bahwa implementasi kebijakan pemberian imunisasi polio bagi anak usia 0-9 bulan tahun sudah terlaksana dengan cukup baik di beberapa daerah di Indonesia. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian imunisasi dasar pada bayi di berbagai daerah di Indonesia, dengan metode cross-sectional fokusnya meliputi pengetahuan ibu, sikap, dukungan keluarga, peran petugas kesehatan, dan pekerjaan. Hasil penelitian umumnya menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti pengetahuan, kesadaran, dukungan keluarga, dan sikap ibu berperan penting dalam pemenuhan serta kelengkapan imunisasi pada bayi. Secara umum, program ini berhasil dilaksanakan dengan baik di beberapa daerah, dengan sebagian besar anak mendapatkan imunisasi lengkap. Namun, masih ada tantangan signifikan, termasuk penolakan orang tua, kesalahpahaman tentang vaksinasi, dan rendahnya tingkat pengetahuan ibu mengenai pentingnya imunisasi.
Copyrights © 2024