Infark miokard merupakan penyebab utama kematian di Amerika Serikat maupun di Inondesia dengan komplikasi yang paling sering terjadi adalah gagal jantung. Berbagai karakteristik dan faktor resiko infark miokard dapat mempengaruhi prevalensi terjadinya gagal jantung pada pasien infark miokard, seperti jenis kelamin, usia, riwayat diabetes, riwayat dislipidemia, riwayat hipertensi. Penelitian ini akan melihat gambaran karakteristik dan faktor resiko infark miokard pada pasien yang mengalami gagal jantung, dimana pada penelitian ini menggunakan sampel penelitian yang diambil dari rekam medis 82 pasien infark miokard yang mengalami gagal jantung di RSUD Cengkareng Jakarta Barat 2018-2023. Dari penelitian ini didapatkan gambaran karakteristik infark miokard lebih banyak berjenis STEMI dengan lokasi di anterior dan mendapat tatalaksana PCI, sedangkan untuk faktor resiko infark miokard didapatkan rata – rata pasien infark miokard dengan gagal jantung berusia 56 tahun, dan lebih sering terjadi pada laki – laki, pada penelitian ini juga didapatkan pasien infark miokard yang memiliki satu atau beberapa dari riwayat diabetes, riwayat dislipidemia, riwayat hipertensi memiliki prevalensi terjadinya gagal jantung lebih tinggi. Untuk penelitian di masa depan perlu untuk mempertimbangkan penggunaan metode cohort prospective untuk mengurangi bias yang dapat terjadi.
Copyrights © 2024