TBC merupakan penyakit infeksi Mycobacterium tuberculosis secara kronis, sehingga deteksi cepat berdampak positif pada pengobatannya. Salah satu metode diagnostik molekuler TBC adalah amplifikasi PCR terhadap DNA M.tuberculosis. Melalui metode ini, maka M.tuberculosis penyebab TBC dapat dideteksi dalam waktu <24 jam dan memberikan hasil akurat dengan sensitivitas 55-90% dan spesifitas ±99%. Penelitian dilakukan di Laboratorium Sandia Biotech Diagnostic Centre, Rumah Sakit Santosa Bandung pada Juni-Agustus 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan M.tuberculosis penyebab TBC melalui penanda sekuen DNA IS6110 pada sampel darah dengan teknik PCR sebagai perangkat diagnostik molekuler. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif eksperimental laboratorik. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling, jumlah populasi 100 spesimen darah suspek TBC. Dari 100 populasi, digunakan 20 sampel darah yang memiliki kemurnian DNA dengan nilai rasio absorbansi (?260nm/?230nm) = 2,0-2,2. Tahapannya meliputi pengambilan sampel darah suspek TBC; isolasi DNA; mengukur kemurnian DNA; amplifikasi PCR pada sekuen DNA sampel, kontrol negatif, dan kontrol positif; dan elektroforesis DNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis molekuler sekuen DNA IS6110 pada M.tuberculosis dengan teknik PCR menggunakan primer forward T4 dan primer reverse T5 mampu mengapit, mengenali, dan mengamplifikasi sekuen IS6110 menjadi pita DNA berukuran 123bp pada sampel darah suspek TBC. Dari 20 sampel darah suspek TBC yang diuji, 15 sampel (75%) membentuk sekuen IS6110 menjadi pita DNA berukuran 123bp, dan 5 sampel (25%) tidak menunjukkan terbentuknya sekuen IS6110 menjadi pita DNA 123bp.
Copyrights © 2024