Penelitian ini dilakukan di Stadion Utama Pekanbaru, Jalan Nagasakti Kota Pekanbaru Provinsi Riau dengan tujuan mengetahui untuk mengidentifikasi strategi apa saja yang diterapkan untuk bertahan hidup oleh pedagang kaki lima di Kawasan Stadion Utama Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui teknik wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ditinjau dari strategi aktif pedagang kaki lima belum menerapkan strategi aktif dalam bertahan hidup karena seluruh informan tidak ada yang memiliki pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan mereka, tidak berusaha menambah jam kerja mereka saat berjualan, hanya 2 orang informan dari 5 informan yang diwawancara yang melakukan diversifikasi produk jualan untuk menambah pendapatan mereka. Strategi pasif yang dilakukan oleh seluruh informan hampir sama yaitu membuat skala prioritas pengeluaran berdasarkan kebutuhan yang paling pokok, membagi-bagi penghasilan mereka sesuai dengan kebutuhan yang ada dan berusaha hidup seadanya sesuai dengan pendapatan yang diterima. Strategi jaringan yang diterapkan oleh pedagang kaki lima adalah memanfaatkan relasi non formal seperti keluarga dan relasi formal seperti bank untuk meminjam uang saat menambah modal dan mengatasi kesulitan keuangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para pedagang kaki lima ini juga membentuk persatuan pedagang kaki lima Stadion, sebagai ajang silaturahmi sesama pedagang. Persatuan pedagang ini menurut sebagian informan bermanfaat dalam keseharian mereka karena mereka dapat saling membantu disaat ada keluarga yang sakit ataupun meninggal, dan yang paling penting menjaga kekompakkan sesama pedagang. Namun masih ada informan yang menyatakan tidak mengikuti persatuan pedagang ini karena merasa tidak ada manfaat bagi dirinya dan tidak membantu juga.
Copyrights © 2024