Kebutuhan gereja dan pelayanan akan tersedianya pemimpin yang efektif menjadi salah satu isu penting yang terus menjadi pergumulan bagi Tubuh Kristus. Kurangnya pemimpin yang efektif mengakibatkan gereja mengalami stagnansi, tidak sedikit juga yang mengalami kemunduran, bahkan skandal. Dalam upaya untuk memberikan masukan bagi kepemimpinan gereja dan pelayanan, peneliti mencoba untuk meneliti proses pembentukan kepemimpinan melalui pelayanan mentoring. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif-deskriptif guna menganalisa ayat-ayat dan literatur-literatur yang berkaitan dengan subyek penelitian ini. Adapun yang menjadi problem riset artikel ini ialah bagaimana proses pembentukan kepemimpinan rasul Petrus dan penerapannya dalam pelayanan mentoring. Melalui analisa yang dilakukan, penulis mendapati ada lima tahapan pembentukan kepemimpinan rasul Petrus, yaitu: terinspirasi, termotivasi, dibimbing, diperluas wawasannya, dan terlatih oleh pengalaman. Kemudian tahapan-tahapan ini yang diterapkan dalam pelayanan mentoring melalui sudut pandang mentor, tahapan-tahapan itu ialah : inspirasi, motivasi, navigasi, edukasi, dan eksplorasi.Â
Copyrights © 2022