Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani
Vol 4 No 2 (2024): November 2024

Teologi Kontekstual untuk Perdamaian: Merespons Konflik Sosial dan Agama dalam Masyarakat Multikultural di Era Kemajuan Teknologi Digital

Arifianto, Yonatan Alex (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Nov 2024

Abstract

Social and religious conflicts are increasingly complex in a multicultural society in the era of digital technology advancement. Viral cases related to religious harmony today on social media are trending and the subject of heated debate. Moreover, differences in identity, beliefs and values often trigger tensions, while digital space accelerates the spread of information that can exacerbate polarisation. In this context, contextual theology emerges as a relevant approach to respond to these dynamics. Contextual theology not only focuses on understanding religion from a local perspective, but also adapts religious teachings to the social and cultural challenges faced by society. This research aims to explore how contextual theology can contribute to peace efforts in multicultural societies fragmented by social and religious conflicts, and how digital technology influences these dynamics. Using a descriptive qualitative method, it can be concluded that contextual theology can be an important instrument in easing social and religious tensions, by providing an understanding of the importance of peace in society, thus shaping the role of contextual theology in responding to social and religious conflicts, which is related to the dynamics of multicultural society and the challenges of social conflict in the digital era. So this basis for Christianity can be stated as part of actualising the value of Christianity and Building Peace Through Interfaith Dialogue and Digital Technology. So that it creates a safe and peaceful space for diversity in a multicultural societyKonflik sosial dan agama semakin kompleks dalam masyarakat multikultural di era kemajuan teknologi digital. Seperti adanya kasus viral terkait kerukunan beragama dewasa ini yang terjadi dimedia sosial menjadi tranding dan menjadi bahan perdebatan sengit. Apalagi adanya perbedaan identitas, keyakinan, dan nilai sering kali memicu ketegangan, sementara ruang digital mempercepat penyebaran informasi yang dapat memperburuk polarisasi. Dalam konteks ini, teologi kontekstual muncul sebagai pendekatan yang relevan untuk merespons dinamika tersebut. Teologi kontekstual tidak hanya berfokus pada pemahaman agama dari perspektif lokal, tetapi juga menyesuaikan ajaran agama dengan tantangan sosial dan budaya yang dihadapi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teologi kontekstual dapat berkontribusi pada upaya perdamaian dalam masyarakat multikultural yang terfragmentasi oleh konflik sosial dan agama, serta bagaimana teknologi digital turut memengaruhi dinamika ini. Mengunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan  bahwa  teologi kontekstual dapat menjadi instrumen penting dalam meredakan ketegangan sosial dan agama, dengan  memberikan pemahaman terkait pentingnya perdamaian dalam Masyarakat, sehingga membentuk peran Teologi Kontekstual dalam Merespons Konflik Sosial dan Agama, yang mana hal ini terkait adanya dinamika Masyarakat Multikultural dan Tantangan Konflik Sosial di Era Digital. Maka dasar ini bagi kekristenan dapat dinyatakan sebagai bagian untuk mengaktualisasikan nilai kekristenan dan Membangun Perdamaian Melalui Dialog Antar-Agama dan Teknologi Digital. Sehingga hal tersebut menciptakan ruang yang aman dan damai bagi keragaman dalam masyarakat multikultural.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jtk

Publisher

Subject

Religion Humanities Social Sciences

Description

Teokristi adalah akronim dari Teologi dan Pelayanan Kristiani. Penggunaan nama Teokristi sebagai nama jurnal merujuk kepada focus dan scope jurnal ini. Teokristi adalah jurnal ilmiah teologi dengan warna Injili, merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan pelayanan Kristiani, yang ...