Eksistensi masyarakat suku Jawa di Medan, Sumatra Utara, salah satunya disebabkan oleh program transmigrasi dari Jawa ke Sumatra pada era Hindia Belanda. Banyak dari mereka memilih untuk menetap dan membangun keluarga baru di Sumatra Utara. Provinsi Sumatra Utara merupakan salah satu provinsi yang penduduknya multikultural di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komunikasi antarbudaya anggota Pujakesuma di Medan, Sumatra Utara, serta identitas etnik mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi antarbudaya seluruh informan mencerminkan kefasihan dalam berbahasa Jawa. Beberapa informan juga fasih menggunakan bahasa daerah lain seperti Batak, Karo, Cina, dan Melayu saat berkomunikasi dengan masyarakat dari suku lain. Seluruh informan mengidentifikasi diri sebagai orang Jawa, dan beberapa di antaranya juga mengidentifikasi diri sebagai anggota Pujakesuma ketika berinteraksi dengan orang yang tak mereka kenal. Hal ini mencerminkan adanya transformasi budaya yang terjadi seiring perkembangan zaman.
Copyrights © 2024