Perempuan memiliki beragam alternatif produk untuk menjaga kebersihan menstruasi, termasuk pembalut sekali pakai, pembalut kain, dan cawan menstruasi. Meskipun demikian, pembuangan yang benar terhadap limbah sanitasi telah menjadi kekhawatiran baru dalam pengelolaan limbah, menyebabkan dampak lingkungan yang signifikan dan berkontribusi pada polusi ketika tidak dibuang dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan terkait pembalut sekali pakai, pembalut kain, dan cawan menstruasi di kalangan perempuan di DKI Jakarta, Indonesia. Data yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, Uji Korelasi Kendall’s Tau-b, dan analisis akar penyebab digunakan untuk menganalisis data. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsumen, meskipun sebagian besar lebih memilih pembalut sekali pakai, memberikan peluang untuk adopsi produk yang berkelanjutan karena hubungan kompleks antara preferensi, penerimaan, pengetahuan, dan kesiapan membayar. Strategi yang melibatkan implementasi tindakan korektif yang memprioritaskan edukasi berfokus pada konsumen, sangat penting untuk mempromosikan dan meningkatkan adopsi produk menstruasi yang lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2024