Gedung Ali Sadikin, sebagai salah satu bagian penting dalam kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Indonesia, menjadi perwujudan menarik dari konsep arsitektur metafora yang sarat dengan pesan dan makna filosofis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam konsep arsitektur metafora yang terkandung dalam bangunan Gedung Ali Sadikin, serta dampaknya dalam mencerminkan identitas budaya Indonesia dan pengalaman estetika dan emosional para pengunjungnya. Metode pengambilan data dalam penelitian ini adalah dilakukannya metode observasi yang dilakukan pada studi kasus yang memungkinkan untuk dikunjungi dan diamati. Data yang akan diambil merupakan data dari wujud arsitektur studi kasus terpilih yang di dapat dari hasil observasi lapangan maupun literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gedung Ali Sadikin memanifestasikan konsep arsitektur metafora melalui penggunaan bentuk fasad bangunan dan massa bangunan. Konsep ini bertujuan untuk menggambarkan kekayaan dan semangat budaya Indonesia serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Identitas budaya Indonesia tercermin dalam desain Gedung Ali Sadikin yang mencakup unsur-unsur tradisional dan modern yang berpadu secara harmonis. Dalam kesimpulannya, Gedung Ali Sadikin sebagai contoh penerapan konsep arsitektur metafora di kompleks Taman Ismail Marzuki berhasil menciptakan ruang publik yang penuh daya tarik dan inspiratif bagi masyarakat Indonesia dan internasional. Pentingnya mengintegrasikan makna dan filosofi dalam rancangan fisik bangunan tidak hanya menambah nilai estetika, tetapi juga memberikan dimensi budaya yang kaya dan bermakna bagi pengunjungnya.
Copyrights © 2025