Penelitian ini bertujuan untuk memahami pendekatan yang digunakan Humas Dispendukcapil Kota Surabaya dalam mengatasi gap komunikasi antar generasi pada penyebaran informasi melalui platform media sosial Instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta dokumentasi terhadap aktivitas komunikasi Dispendukcapil di Instagram. Penelitian ini menggunakan teori two-way symmetrical communication untuk menganalisis bagaimana Humas Dispendukcapil Surabaya berkomunikasi dengan audiens yang terdiri dari berbagai generasi, khususnya Generasi Z dan milenial. Pendekatan komunikasi Dispendukcapil dianalisis melalui tiga aspek utama: kredibilitas, keterbukaan, dan konsistensi. Dalam kredibilitas, Dispendukcapil memastikan informasi yang disampaikan melalui Instagram berasal dari sumber yang dapat dipercaya dan mudah dipaham. Dalam aspek keterbukaan, Dispendukcapil menunjukkan keterbukaannya dengan menyediakan ruang bagi audiens untuk berinteraksi melalui fitur Instagram. Sedangkan dalam hal konsistensi, Dispendukcapil menjaga konsistensi informasi yang disampaikan di berbagai konten Instagram, baik itu terkait dengan jadwal pelaksanaan program maupun dalam penyampaian pesan yang jelas dan konsisten agar dapat diterima oleh semua generasi.
Copyrights © 2024