Latar Belakang: Ketika teknologi informasi seperti smartphone berkembang dan membuat semua hal menjadi lebih mudah, hal itu dapat menyebabkan kecanduan. Saat menggunakan smartphone, siswa seringkali tidak menyadari posisi yang tidak ergonomis. Hal ini menyebabkan tekanan pada tulang lehernya yang memperburuk postur leher atau disebut forward head posture(FHP). Metode: Design penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan berjenis two grup pre and post test design. Sampel mahasiswa fisioterapi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta terdiri 23 sampel dengan dilakukan pengukuran derajat craniovertebral angle <53˚ menggunakan protractor. Sampel akan diberikan intervensi dengan dibagi kelompok Cervical Stabilization Exercise(CSE) dan kelompok Thoracic Spine Extension Exercise(TSEE) yang dilakukan selama empat minggu dengan tiga kali pertemuan seminggu. Analisis statistik menggunakan Uji paired sample T-test, uji independent sample T-test. Hasil menunjukkan intervensi CSE dan TSEE terdapat pengaruh terhadap perubahan craniovertebral angle dengan nilai (p=0,001), tidak terdapat perbedaan pengaruh pada kedua intervensi terhadap perubahan craniovertebral angle dengan nilai pre-test (p=0,587) dan post-test (p=0,793). Kesimpulan: Intervensi CSE dan TSEE dapat menjadi pilihan program untuk diberikan kepada pasien dengan gangguang Forward Head Posture.
Copyrights © 2024