Penelitian ini menganalisis kampanye #BeautyDiQuity oleh Luxcrime yang diluncurkan pada Hari Perempuan Internasional kolaborasi bersama penyandang disabilitas. Menggunakan analisis resepsi dengan teori Stuart Hall, bertujuan untuk memahami bagaimana audiens di Yayasan Rumah Kinasih menerima pesan kampanye #BeautyDiQuity Luxcrime. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbagi ke dalam dua kategori: Kategori dominan, responden sepenuhnya mendukung pesan kampanye dan melihatnya sebagai langkah positif untuk memberdayakan perempuan disabilitas. Kedua, kategori negosiasi, responden mengakui pesan inklusivitas namun memberikan kritik terhadap kemungkinan motif komersial di balik kampanye. Penelitian ini menunjukkan keberhasilan kampanye dalam meningkatkan kesadaran isu disabilitas serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan strategi pemasaran inklusif dan berkelanjutan oleh merek lain.
Copyrights © 2025