Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tantangan emosional dan tekanan yang dihadapi sejumlah jurnalis media online lokal dan nasional di Surabaya dan Malang dalam meliput Tragedi Kanjuruhan, terutama dalam mempertahankan independensi dan profesionalitas mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dari Alfred Schutz, dalam proses penyusunannya menggunakan analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri dari empat jurnalis dari media online yang berbeda yang meliput langsung tragedi tersebut dan memiliki pengalaman kerja di media selama lebih dari dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi jurnalis meliputi tekanan emosional, keterbatasan akses informasi, dan intervensi dari pihak tertentu. Selain itu, independensi jurnalis diuji oleh kebutuhan untuk memenuhi tuntutan pemberitaan cepat khas media online, sekaligus menjaga keakuratan dan integritas narasumber. Penelitian ini menegaskan bahwa independensi jurnalis tidak hanya berarti kebebasan dari pengaruh politik atau institusi, tetapi juga mencakup kemampuan mengelola tekanan internal dan eksternal sambil tetap mematuhi prinsip etika jurnalistik
Copyrights © 2025