Lansia memiliki resiko rentan terhadap penurunan kemampuan yang mempengaruhi terjadinya masalah psikologis seperti kecemasan. Psikoterapi dzikir akan membuat seseorang merasa tenang sehingga menekan kerja sistem syaraf simpatetis dan mengaktifkan kerja syaraf para simpatetis bahwa respon relaksasi yang melibatkan keyakinan mempercepat terjadinya keadaan rileks. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh terapi dzikir terhadap penurunan kecemasan pada lansia di Desa Sipacar Semangkak Klaten. Penelitian ini menggunakan desain quasy-eksperimen dengan rancangan One Group Pretest- Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Desa Sipacar Semangkak Klaten. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi yaitu lansia usia > 60 tahun ke atas yang mengalami kecemasan, sadar penuh, beragama Islam dan bersedia menjadi responden, didapatkan 38 responden. Kegiatan dilakukan pada bulan Februari – September 2024. Instrumen menggunakan lembar observasi pelaksanaan terapi dzikir dan kuesioner kecemasan dengan Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS) dengan hasil validitas 0.793 dan reliabilitas >0.6. Hasil kecemasan sebelum diberikan intervensi mayoritas responden dengan kecemasan tingkat berat 36,8% dan 23,7% dengan kecemasan berat sekali. Setelah diberikan intervensi dzikir mayoritas masih berada pada kategori berat 42,1%, namun responden dengan skor berat sekali menurun menjadi 7,9%. Hasil uji analisa output rata-rata kecemasan responden di awal sebelum intervensi yaitu 2,55. Sedangkan untuk rata-rata kecemasan setelah intervensi yaitu 1,45. Melihat hasil ini terlihat rata-rata kecemasan menurun setelah diberikan intervensi dzikir. Output paired sampel test diketahui sg. (2-tailed) adalah 0,000. Melihat hasil yang ada maka disimpulkan ada pengaruh terapi dzikir dalam menurunkan kecemasan pada lansia.
Copyrights © 2024