Nyeri sendi merupakan suatu peradangan yang disebabkan karena kartilago yang mulai menipis secara progresif, hal ini menyebabkan terjadinya gesekan yang terus menerus antara ujung tulang penyusun sendi serta dapat mengakibatkan inflamasi sehingga menimbulkan sensasi nyeri pada sendi (Sato et al, 2020). Salah satu cara penanganan nyeri sendi yaitu dengan melakukan aktivitas fisik, yaitu dengan melakukan brisk walking exercise sebagai salah satu alternatif penanganan non farmakologis nyeri sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh brisk walking exercise terhadap penurunan tingkat nyeri sendi pada lansia di RW 06 Desa Noborejo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian pre eksperimental (one group pre test-post test design) dengan jumlah sampel 35 responden lanjut usia yang mengalami nyeri sendi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu SOP Brisk Walking Exercise dan lembar observasi tingkat nyeri NRS (Numeric Rating Scale). Berdasarkan hasil dari penelitian pada uji non parametrik dengan menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai signifikan p-value 0.000 (kurang dari 0,05). Dengan keputusan hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh brisk walking exercise terhadap penurunan tingkat nyeri sendi pada lansia di RW 06 Desa Noborejo.
Copyrights © 2024