Tulisan ini memuat pembacaan dekonstruktif atas sebuah karya sastra, yakni cerita pendek “Siapa Kirim Aku Bunga?” karya Eka Kurniawan. Sebagai sebuah kajian kualitatif diberdayakan metodologi filsafat, yaitu dekonstruksi, sebagai langkah metodis. Tujuannya, untuk memecah kebekuan makna oleh pemaknaan tunggal yang diusung oleh ideologi teks “Siapa Kirim Aku Bunga?”, utamanya terkait simbolisasi bunga mawar dan makna lain yang mengikutinya. Secara metodis, analisis berjalan dengan: (1) menentukan pusat teks, (2) inventarisasi oposisi-oposisi biner, (3) membalik hierarki metafisik, serta (4) mendiseminasi makna. Pada hasil pembacaan kritis yang digelar, teridentifikasi “bunga mawar sebagai tanda ungkapan cinta” menjadi pusat teks sekaligus pemaknaan lumrah dan prioritas payung oposisi biner, yang ditopang oleh sederet binaritas, di antaranya: “Eropa/Non Eropa”, “Noni/Gadis lokal”, “Pemerintah Hindia Belanda/Warga masyarakat lokal”, “Sopan/Tidak sopan”, “Pantas/Sembrono”, “Sama/Berbeda”, “Kolonial/Bumiputera”, “Pejabat/Jongos”, “Setelan Eropa/Kebaya Jawa”, “Normal/Aneh”. Ditegaskan bunga dan bunga mawar sebagai suatu undécidable atau ambiguitas, yang darinya lahir pembalikan atas hierarki metafisik pada binaritas yang ada, yang kemudian lewat diseminasi, ketunggalan makna berhasil didobrak. Hasilnya, bunga mawar tidaklah lagi sekadar dimaknai sebagai tanda/ungkapan cinta, melainkan berdasarkan logika internal teks sendiri dapat pula merentangkan signifikasi yang sebelumnya terabaikan, seperti: bunga mawar sebagai representasi rasa subversif dan perlawanan, makna keringnya cinta, atau perwujudan dari realitas pascakolonial seperti mimikri. Pembacaan dekonstruktif yang dilakukan juga berhasil mengangkat eksistensi krusial bunga mawar sebagai aktan atau agen non-manusia lewat pluralitas posibilitas simbolisasi yang dimungkinkannya. Pada akhirnya, melalui analisis atas cerita pendek ini juga berhasil diperlihatkan bagaimana metodologi filsafat seperti dekonstruksi diberdayakan untuk membuka pembacaan kritis atas teks secara lebih luas dan radikal.
Copyrights © 2024