Di era modern, budaya patriarki ternyata masih dipertahankan. Budaya tersebut terjadi di dunia digital melalui media sosial dan menjadikan perempuan seolah olah tidak berdaya serta hanya menjadi objek pemuas laki laki. Hal ini terjadi pada akun instagram @bidadariamikomyk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk objektifikasi perempuan dalam akun @bidadariamikomyk dan memahami implikasinya terhadap budaya patriarki menggunakan metode analisis wacana Sara Mills dengan posisi subjek-objek dan berlandaskan tujuh bentuk objektifikasi menurut Teori Objektifikasi Nussbaum. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis unggahan dan komentar di setiap postingan akun @bidadariamikomyk. Hasilnya, terdapat beberapa komentar yang termasuk dalam tujuh bentuk objektifikasi oleh Nussbaum dari postingan yang mengarah pada penyangkalan otonomi, alat keperluan orang lain, seolah olah dimiliki, bisa ditukarkan, bisa dirusak, pandangan keterbatasan gerak perempuan sampai penyangkalan subjektivitas perempuan. Dari penelitian tersebut dapat diidentifikasi bentuk objektifikasi sesuai dengan kategori serta memahami implikasinya terhadap budaya patriarki dalam ranah media sosial di lingkungan perguruan tinggi.
Copyrights © 2025