AbstrakLatar Belakang: Kanker yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia adalah kanker payudara, menduduki peringkat satu di Indonesia, Tingginya angka kejadian kanker payudara sebagai penyebab kematian adalah akibat dari banyaknya jumlah pasien kanker yang baru datang dengan stadium lanjut. Locally Advanced Breast Cancer atau Kanker payudara stadium lokal lanjut meliputi tumor dengan ukuran T3 dan T4, yang memiliki keterlibatan luas nodus regional (N2 atau N3), dan kanker payudara inflamasi. Dimana pada kasus tersebut membutuhkan penanganan agresif, termasuk kemoterapi neoadjuvan berbasis taksan dan antrasiklin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kemoterapi tersebut terhadap ukuran tumor, status kelenjar getah bening, dan kadar Estradiol.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan kohort prospektif. Data diperoleh dari anamnesis, pemeriksaaan fisik, dan lembar rekam medik pasien di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda pada rentang waktu Mei-Agustus 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapatkan 30 sampel.Hasil: Hasil analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon didapatkan variabel ukuran tumor payudara (p=0.000), status kelenjar getah bening (p=0.000), dan kadar Estradiol (p=0.000).Simpulan: terdapat perubahan yang signifikan antara ukuran tumor, status kelenjar getah bening, dan kadar Estradiol sebelum dan sesudah pemberian kemoterapi neoadjuvan berbasis taksan dan antrasiklin pada kasus kanker payudara stadium lokal lanjut Hormonal Positif. Kata kunci: kanker payudara stadium lokal lanjut, kemoterapi neoadjuvan, taksan, antrasiklin
Copyrights © 2024