Wacana Dajjal merupakan salah satu pembahasan yang masih menjadi bahan pertikaian di kalangan ulama muslim sejak zaman dahulu hingga sekarang. Perbedaan pendapat mereka terletak pada pemahaman tentang eksistensi Dajjal. Sebagian ulama muslim memahami kata dajjal secara tekstual dan sebagian lagi memahaminya dengan metode takwil. Penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini menjadi tiga rumusan masalah, yaitu meliputi analisis tentang siapakah Dajjal berdasarkan hadits Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, bagaimana ciri-cirinya dan apa saja fitnah yang ditimbulkannya. Apa saja yang akan dilakukan Dajjal setelah kemunculannya menjelang hari kiamat. Penelitian ini menggunakan sumber sekunder yang menitikberatkan pada penelitian kepustakaan. Sumber data diperoleh dari hadits yang bersumber dari kitab Shahih Hain. Dalam kajian ini, penulis juga mengambil data dari analisis-analisis yang relevan dengan kajian yang dibahas, antara lain kitab Fathu al-Bari, Syarah Sahih Bukhari, ‘Aunu al-Ma’bud, Syarah Sunan Abi Daud, dan al-Minhaj fi Syarhi Sahihi Muslim. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa; (1) Dajjal merupakan salah satu tokoh manusia dari keturunan Adam yang akan muncul pada akhir zaman. Pemahaman yang mengatakan Dajjal merupakan simbol yang menunjukkan keadaan penuh kezaliman, amanah yang tidak terjaga dan do’a yang tidak terurus merupakan pemahaman yang keliru dan bertentangan dengan pemahaman Ahlussunnah. (2) Dajjal memiliki banyak ciri fisik, di antaranya adalah matanya cacat, rambutnya keriting, di keningnya tertulis ka fara, badannya besar dan warna kulitnya kemerahan. (3) Dajjal merupakan fitnah terbesar yang pernah ada di muka bumi ini. Kejahatan yang dilakukan oleh Dajjal adalah menyebarkan tipu daya dan kebohongan pada saat kemunculannya. Dia akan menjanjikan kebahagiaan bagi para pengikutnya dan kesengsaraan bagi mereka yang menolak seruannya.
Copyrights © 2024