Fenomena ketaksaan makna dari hari ke hari semakin menjadi sorotan. Dalam proses komunikasi serial Bocah Ngapa(k) Ya telah berhasil menempatkan ambiguitas terutama ambiguitas leksikal pada posisi strategis yang memungkinkan mempengaruhi konteks makna yang dimaksud. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud ambiguitas dalam serial Bocah Ngapa(k) Ya. Sumber data dalam penelitian ini berupa tuturan tokoh dalam serial Bocah Ngapa(k) Ya. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis Miles and Huberman sehingga dapat diketahui tuturan yang mengandung ambiguitas secara leksikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 data penelitian, terdapat 14 data yang termasuk dalam pelanggaran ambiguitas leksikal. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar tuturan dalam serial Bocah Ngapa(k) Ya terdapat ketaksaan makna secara leksikal. Namun, fenomena ambiguitas atau ketaksaan makna justru dimanfaatkan sebagai ide kreatif dalam pembuatan skenario cerita. Wujud ambiguitas tidak dianggap sebagai kesalahan berbahasa tetapi justru dikemas dengan cara disengaja untuk menjadi dasar pengembangan ide cerita.
Copyrights © 2024