Penurunan curah jantung adalah diagnosis keperawatan utama pada pasien dengan cardiovaskular disease (CVD) yang merupakan situasi yang mengancam jiwa yang memerlukan pertimbangan dan tindakan segera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan diagnosis penurunan curah jantung pada pasien cardiovascular disease (CVD) di Rumah Sakit Umum di Propinsi Aceh. Variabel penelitian ini terdiri dari status gizi, aktivitas fisik dan penyakit penyerta dengan desain penelitian cross-sectional study dengan jumlah sampel 80 pasien dengan CVD yang dipilih dengan teknik convenience sampling. Tehnik pengambilan data dilakukan melalui pemeriksaan fisik, wawancara pasien/keluarga dengan menggunakan panduan kuesioner dan peninjauan informasi riwayat pasien pada rekam medik. Alat pengumpulan data terdiri dari kuesioner data sosiodemografi, Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), status gizi dihitung dengan indeks massa tubuh (IMT) dan kuesioner penurunan curah jantung. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan status gizi dan riwayat penyakit dengan penurunan curah jantung (P < 0,05), namun tidak ada hubungan aktivitas fisik dengan penurunan curah jantung (P > 0,05). Rumah sakit dan tenaga keperawatan direkomendasikan menyediakan panduan standar operasional prosedur (SOP) sebagai acuan dalam penalaran klinis, anamnesis dan deteksi dini yang tepat terhadap gejala dari suatu penyakit yang merupakan alat yang penting dalam pemantauan dan prognosis perkembangan penyakit yang kontribusi dalam memecahkan masalah di praktik klinis.
Copyrights © 2024