Stroke merupakan kondisi gangguan neurolgis yang dapat berakibat kecacatan, dikarenakan penghambatan aliran darah yang menuju otak. Stroke disebut penyebab kematian ketiga setelah penyakit jantung dan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien, pola penggunaan obat yang banyak digunakan, biaya yang paling minimal serta efektifitas biaya pengobatan pada pasien stroke iskemik yang ada di RSUD Kota Madiun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan data retrospektif atas pertimbangan inklusi dan eksklusi. Pasien stroke iskemik di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Madiun memiliki gambaran penggunaan obat pada proses terapi, efektivitasnya dapat dilihat dari segi lama inap dan nilai Average Cost Effectiveness Ratio (ACER). Hasilnya menggambarkan penderita stroke didominasi laki – laki (90%) dan perempuan (10%) usia 51-60 tahun (29%). Obat yang paling banyak digunakan adalah antihipertensi bisoprolol dan amlodipine serta antiplatelet yaitu clopidogrel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan candesartan lebih cost minimize dibandingkan dengan hydrochlorothiazide; clopidogrel adalah satu-satunya antiplatelet yang digunakan. Sedangkan penggunaan candesartan lebih cost effective dibandingkan furosemide pada kelompok antihipertensi; clopidogrel adalah satu-satunya antiplatelet yang digunakan
Copyrights © 2024