Latar belakang: Balita usia 2-5 tahun yang mengalami stunting memiliki risiko tinggi terhadap gangguan kesehatan fisik, keterlambatan perkembangan kognitif, dan motorik, yang secara langsung dapat memengaruhi kualitas hidup serta tumbuh kembang balita di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan ketertarikan iklan susu formula dan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Pantai Labu Kecamatan Pantai Labu, Juni 2023. Penelitian ini melibatkan 30 orang ibu balita dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan mendistribusikan instrument penelitian berupa kuesioner dan melakukan wawancara kepada ibu balita. Analisis data penelitian menggunakan uji Chi Square. Hasil: Sebanyak 73,3% ibu balita tidak tertarik dengan pemberian susu formula, 63,3% balita tidak diberi pola makan yang tepat, dan 70% balita dengan kejadian stunting. Pemberian susu formula dan pola makan yang tidak tepat signifikan terhadap kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun (p = <0,001). Kesimpulan: Ketertarikan iklan susu formula dan pola pemberian makan berhubungan dengan kejadian stunting pada usia 2-5 tahun.
Copyrights © 2024