Pembangunan geothermal di Manggarai mendapat situasi dilematis. Di satu sisi, atas nama pembangunan dan kemajuan daerah, pemerintah pro terhadap pembangunan proyek ini. Di sisi lain, sebagian besar masyarakat Manggarai menolak pembangunan yang cenderung mengganggu kenyamanan ekologis di Manggarai itu sendiri. Adapun alasan, penolakan tersebut antara lain, daerah Sano Nggoang dan Poco Leok dikelilingi bukit dan curah hujan tinggi. Hal ini meneyebabkan daerah tersebut rawan lonsor dan banjir. Pertannyaannya adalah benarkah pembangunan itu membawa kemajuan daerah di tenggah realitias yang dialami oleh masyarakat adalah bencana yang dibawaserta melalui pembangunan tersebut?. Tulisan ini bertujuan untu membahas persoalan pembangunan geothermal di Manggarai. Penulis akan mengkaji sisi-sisi dilematis dari pembangunan tersebut. Hasil pembahasanya adalah pembangunan geothermal tersebtu lebih banyak pengaruh negatif terhadap masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, yang bertujuan untuk menganalisis studi kasus yang akan dipaparkan secara deskriptif, untuk menjawab permasalahan yang sudah dirumuskan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dikumpulkan melalui pustaka (documentary research).
Copyrights © 2024