Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur mikro baja ST 60 setelah perlakuan pengerasan (hardening) dengan menggunakan variasi media pendingin. Baja ST 60 dipilih karena aplikasinya yang luas dalam industri konstruksi dan mesin, yang membutuhkan sifat mekanik tinggi seperti kekerasan dan ketangguhan. Proses hardening dilakukan dengan memanaskan baja hingga suhu austenisasi (850–900°C), diikuti dengan pendinginan cepat menggunakan tiga media berbeda, yaitu air, oli, dan larutan garam. Struktur mikro hasil perlakuan dianalisis menggunakan mikroskop optik untuk mengidentifikasi fasa-fasa yang terbentuk, seperti martensit, ferit, dan perlit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi media pendingin memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur mikro dan sifat mekanik baja ST 60. Pendinginan menggunakan air menghasilkan pembentukan martensit yang lebih dominan, meningkatkan kekerasan namun berpotensi menyebabkan retakan. Pendinginan dengan oli menghasilkan struktur campuran martensit dan perlit dengan kekerasan sedang serta retakan yang lebih minim. Sementara itu, pendinginan dengan larutan garam memberikan hasil serupa dengan air, namun dengan distribusi martensit yang lebih seragam. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pemilihan media pendingin yang tepat sangat penting untuk mengoptimalkan sifat mekanik baja ST 60 sesuai kebutuhan aplikasinya.
Copyrights © 2024