Jurnal Sejarah dan Budaya
Vol 18, No 2 (2024): Sejarah Lisan: Menggali Ingatan untuk Memahami Masa Kini dan Membingkai Masa De

Perempuan dalam industrialisasi di Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan tahun 1980-an: profil 2 buruh perempuan di pabrik kayu Gunung Gangsir

Dibah, Nadila Farah (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Dec 2024

Abstract

The presence of this research is motivated because of the lack of studies on the history of women labours, so that this article places women as the main subjects of research by displaying their social experience both as factory labours, family labours workers, or women's lives as they live it. The method used in this study is oral history that is useful for digging information about events in the past, and assisted with other sources such as books, newspapers, and scientific articles. The results of this study indicate that the arrival of the industry in Beji, especially in Gunung Gangsir Village, changed the pattern of life of women in the village, from traditional life to industrial life because many of them decided to become factory labours. In carrying out life as a factory worker there are twists and turns faced by them both in the scope of families and factories, to regain the limits of traditional views, the distribution of togetherness with family and the world of work, as well as the double role that is carried out. Kehadiran penelitian ini dilatar belakangi karena masih minimnya kajian terhadap sejarah buruh perempuan, sehingga artikel ini menempatkan perempuan sebagai subyek utama penelitian dengan menampilkan pengalaman sosial mereka baik sebagai buruh pabrik, buruh pabrik berkeluarga, atau kehidupan perempuan sebagaimana mereka menjalaninya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sejarah lisan atau oral history yang berguna untuk menggali informasi mengenai peristiwa dimasa lampau, serta dibantu dengan sumber lainnya seperti buku, surat kabar, dan artikel ilmiah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa datangnya industri di Beji khususnya di Desa Gunung Gangsir mengubah pola kehidupan perempuan di Desa tersebut, dari kehidupan tradisional menuju kehidupan industri karena banyak dari mereka memutuskan menjadi buruh pabrik. Dalam menjalankan kehidupan sebagai buruh pabrik terdapat lika-liku yang dihadapi oleh mereka baik di lingkup keluarga dan pabrik, menganai batasan pandangan tradisional, pembagian intesitas kebersamaan dengan keluarga dan dunia kerja, serta peran ganda yang dijalankan.

Copyrights © 2024