Jurnal Sejarah dan Budaya
Vol 18, No 2 (2024): Sejarah Lisan: Menggali Ingatan untuk Memahami Masa Kini dan Membingkai Masa De

Kehidupan Masyarakat Tionghoa di Malang, studi pada perkumpulan wayang orang Ang Hien Hoo, 1953-1965: sebuah penafsiran kembali terhadap konsep akulturasi

Rizqullah, Gani Darmanto (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Dec 2024

Abstract

This article discusses the activities of the Chinese community in Malang through a study of the Ang Hien Hoo wayang orang association in 1953-1965. This research uses the oral history method and using a life history approach that looks at the historical context through a person's life history. The results of this study show the acculturation that exists in the Ang Hien Hoo Chinese community through the art of wayang orang brought into the group. Looking at the Chinese community from the perspective of external parties who see the Chinese community will only bring up various problems (labeling) ranging from political segregation, racial discrimination, peranakan and totok differences, exclusive groups and debates over citizenship issues. However, using the perspective of the Chinese community itself through the life histories of the performers and people involved in the Ang Hien Hoo puppetry group will show a Chinese community that is very open, inclusive and a very fluid community towards various cultures. This perspective reverses the labeling that is constantly given to the Chinese community. Artikel ini membahas aktivitas masyarakat Tionghoa di Malang melalui studi pada perkumpulan wayang orang Ang Hien Hoo tahun 1953-1965. Penelitian ini menggunakan metode sejarah lisan dan menggunakan pendekatan life history yang melihat konteks sejarah melalui riwayat hidup seseorang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan akulturasi yang ada dalam komunitas Tionghoa Ang Hien Hoo melalui kesenian wayang orang yang dibawa kedalam kelompok tersebut. Melihat komunitas Tionghoa melalui perspektif pihak-pihak eksternal hanya akan memunculkan berbagai permasalahan mulai dari segregasi politik, diskriminasi rasial, labeling, perbedaan antara peranakan dan totok, kelompok yang eksklusif serta perdebatan tentang masalah kewarganegaraan. Namun apabila menggunakan perspektif dari komunitas Tionghoa sendiri melalui life history dari para pemain dan orang-orang yang terlibat dalam kelompok wayang orang Ang Hien Hoo akan memperlihatkan masyarakat Tionghoa yang sangat terbuka, inklusif dan menjadi komunitas yang sangat cair terhadap berbagai budaya. Perspektif ini membalik berbagai labeling yang terus-menerus diberikan kepada masyarakat Tionghoa.

Copyrights © 2024