Seiring perpindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, Kota Samarinda diprediksi mengalami peningkatan penduduk, meningkatkan kebutuhan fasilitas publik seperti rumah duka. Penerapan konsep mikro adaptif dapat membantu perencanaan rumah duka dengan fleksibilitas desain dan fungsi untuk menyesuaikan perubahan kebutuhan masyarakat, meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan sumber daya, serta mengakomodasi pertumbuhan populasi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami penerapan konsep mikro bentuk adaptif pada perencanaan rumah duka berwawasan lingkungan di Kota Samarinda. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi lapangan untuk mengamati kondisi fisik, lingkungan, dan sosial. Setelah data diolah, hasil analisis diinterpretasi untuk mengidentifikasi potensi, kendala, dan memberikan rekomendasi pengembangan rumah duka yang ramah lingkungan.Perencanaan rumah duka di Jalan A.W Syahranie, Samarinda, menggunakan konsep adaptif dengan dua akses terpisah untuk sirkulasi servis dan publik. Bangunan dirancang sesuai kontur dan kondisi lingkungan sekitar, memanfaatkan material ramah lingkungan seperti grass block untuk sirkulasi dan parkir. Bangunan krematorium dan rumah abu dirancang dengan ventilasi baik dan material alternatif, meminimalkan dampak lingkungan.Perencanaan rumah duka di Kota Samarinda bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dengan mengutamakan kenyamanan dan efisiensi. Desain adaptif bangunan memastikan kenyamanan termal, merespons kondisi iklim setempat, dan meminimalkan dampak lingkungan. Pendekatan ini menjaga fungsi utama rumah duka, memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, serta mendukung keberlanjutan lingkungan.
Copyrights © 2024