Penelitian ini bertujuan merancang sistem arsip digital dan media interaktif berbasis virtual reality (VR) untuk memperkenalkan dan melestarikan artefak sejarah suku Batak Toba bagi masyarakat dan generasi muda. Observasi dan penelitian di Museum Huta Bolon dan Museum Batak di Samosir menunjukkan bahwa metode pengarsipan tradisional tidak cukup menjamin keberlangsungan dan aksesibilitas informasi artefak. Informasi terkait artefak sejarah suku Batak Toba masih kurang diketahui dan kurang diminati generasi muda. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pakar budaya, kurator museum, dan generasi muda, survei kepustakaan, serta pengembangan dan pengujian media interaktif berbasis VR. Pengembangan media interaktif menggunakan perangkat lunak VR dan melibatkan generasi muda sebagai target pengguna untuk memastikan relevansi dan efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan VR dalam menyampaikan informasi dan menyimpan artefak sejarah secara digital dapat meningkatkan minat dan pemahaman generasi muda terhadap budaya dan sejarah suku Batak Toba. Media interaktif berbasis VR menawarkan pengalaman yang menarik, membantu mengatasi keterbatasan informasi dan aksesibilitas yang menjadi masalah utama dalam pelestarian budaya. Kesimpulan penelitian ini adalah teknologi VR dan sistem pengarsipan digital merupakan solusi efektif dalam melestarikan dan menyebarkan informasi artefak sejarah suku Batak Toba, sehingga warisan budaya suku Batak Toba dapat terus terjaga dan dilestarikan.
Copyrights © 2024