Penggunaan QRIS dalam pembayaran pajak merupakan langah progresif menuju transformasi digital dalam administrasi perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh persepsi kegunaan, kemudahan, dan keamanan terhadap niat wajib pajak dalam menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran pajak di Makassar. Model yang digunakan untuk menjelaskan penerimaan QRIS adalah Technology Acceptence Model (TAM) dengan tiga konstruk utama, yaitu persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, niat menggunakan, dan penambahan konstru persepsi keamanan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan ke responden sebanyak 120 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan, persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan, dan persepsi keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan.
Copyrights © 2024