Jurnal Cakrawala Ilmiah
Vol. 4 No. 2: Oktober 2024

PENGARUH KONSENTRASI PVP-30 SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP MUTU FISIK TABLET EKSTRAK BIJI MAHONI (Swietenia mahagoni (L.)

Sary Mutiara Aprilliyani (Unknown)
Supriyanto, Supriyanto (Unknown)
Wahyu Purwanjani (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Oct 2024

Abstract

Biji tanaman mahoni merupakan salah satu tanaman yang efektif untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah. Dengan memformulasikan biji mahoni dalam bentuk sediaan tablet, dapat memudahkan pengguna dalam pemanfaatannya secara praktis dan efisien. Dalam pembuatan sediaan tablet, bahan pengikat merupakan bahan tambahan yang penting. Bahan pengikat yang biasa digunakan dalam pembuatan sediaan tablet adalah PVP-30. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh PVP-30 sebagai bahan pengikat terhadap mutu fisik tablet ekstrak biji mahoni (Swietenia mahagoni (L.)). Biji mahoni (Swietenia mahagoni (L.)) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Sediaan tablet terdiri dari 3 formula dengan perbedaan konsentrasi PVP-30 yaitu dengan formula I 12,5 mg, formula II 18,75 mg, dan formula III 25 mg. Parameter mutu fisik dilakukan pada granul dan tablet. Parameter mutu fisik granul meliputi kadar air, waktu alir, dan sudut diam. Sedangkan parameter mutu fisik tablet meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan tablet, kerapuhan tablet, dan waktu hancur tablet. Ketiga formula tablet ekstrak biji mahoni memenuhi persyaratan mutu fisik tablet. Variasi PVP-30 mempengaruhi kekerasan tablet, kerapuhan tablet, dan waktu hancur tablet pada ketiga formula. Konsentrasi PVP-30 yang menunjukkan mutu fisik tablet ekstrak biji mahoni paling optimum adalah sebesar 12,5 mg pada formula I

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

JCI

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Public Health Social Sciences Other

Description

Digitalisasi eknomi menembus batas wilayah negara dan kedaulatan ekonomi yang dapat saja menjadi peluang atau ancaman. Digitalisasi tidak bisa dihindari, tetap permsalahan utamanya adalah bagaimana negara ini harus dapat merumuskan kebijakan agar masyarakat kita jangan hanya menjadi sapi perahan ...