Sari Pediatri
Vol 2, No 2 (2000)

Aspek Kognitif Dan Psikososial pada Anak Dengan Palsi Serebral

Oka Lely AA (SMF Kesehatan Anak RSUD Gianyar, Bali.)
Soetjiningsih Soetjiningsih (Laboratorium/SMF Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Denpasar)



Article Info

Publish Date
06 Dec 2016

Abstract

Palsi serebral merupakan kelainan motorik yang banyak dijumpai pada anak. Kelainanini disebabkan oleh kerusakan otak yang menetap, tidak progresif, terjadi pada usia dinidan merintangi perkembangan otak normal. Pusat motorik di otak terletak di bagianposterior dari lobus frontalis dan di sebelah anteriornya terletak pusat menyimpan ingatanbaru. Lobus temporal, parietal dan oksipital juga sangat berpengaruh terhadap fungsimotorik yang berat seperti palsi serebral, maka kerusakan otak yang terjadi cukup luasatau penyebar. Gangguan kompetensi kognitif (intelegensi) terjadi primer akibatkerusakan otak pada palsi serebral, juga sekunder akibat gangguan motorik serta kesulitananak mengeksplorasi lingkungan yang diperlukan dalam perkembangan kognitif. Pasienpalsi serebral yang dilatar belakangi kelahiran prematur, BBLR dan kesulitan perawatanlainnya akan menimbulkan hambatan interaksi visual, auditif dan takut terhadaplingkungannya, sehingga akan terjadi selain cacat fisik juga cacat sosial. Pada usiaprasekolah anak palsi serebral mulai merasakan bahwa diri mereka berbeda dengan anaklain. Hal ini menimbulkan rasa takut, tidak nyaman dan ingin lepas dari lingkunganorang tua. Pada usia sekolah akan timbul rasa cemas akan kecacatannya, depresi danpada usia remaja masalah psikososial timbul akibat kemunduran fisik, serta keterlambatanaktivitas. Pada usia dewasa, secara ekonomi sering tergantung pada orang lain dansepertinya mereka mengalami isolasi sosial.

Copyrights © 2000