Sari Pediatri
Vol 6, No 4 (2005)

Pola Tata laksana Diare Akut di Beberapa Rumah Sakit Swasta di Jakarta; apakah sesuai dengan protokol WHO?

Pramita G. Dwipoerwantoro (Divisi Gastrohepatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/ RSCM.)
Badriul Hegar (Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/ RSCM.)
Pustika A.W. Witjaksono (Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/ RSCM.)



Article Info

Publish Date
05 Dec 2016

Abstract

Pada umumnya penyakit diare akut bersifat self limiting disease sehingga seringkalipasien tidak memerlukan pengobatan spesifik. Tata laksana diare akut dengan berbagaiderajat dehidrasi telah dibakukan oleh WHO.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai pola tata laksana diare akut di luarrumah sakit institusi pendidikan.Metoda: Penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif di tiga rumah sakitswasta Jakarta sejak 1 Januari sampai 31 Maret 1999 pada 67 pasien diare akut yangdirawat, berumur 0-24 bulan.Hasil: Didapatkan 37 (55%) anak lelaki dan 30 (45%) anak perempuan menderitadiare akut, terdiri dari tanpa dehidrasi 6 (9%) anak, dehidrasi ringan-sedang 52 (78%)anak, dan dehidrasi berat 9 (13%) anak. Proporsi rentang usia 0-6 bulan sebanyak 23(34%) anak, >6-12 bulan 28 (42%), dan >12-24 bulan 16 (24%). Jumlah pasien diareakut tanpa dan dengan dehidrasi ringan-sedang yang mendapat rehidrasi secara parenteralsebanyak 51 (88%) anak dari 58 anak. Sedangkan sisanya menderita dehidrasi beratdiberi cairan rehidrasi parenteral yang dibagi dalam 24 jam. Pada keseluruhan pasienrawat hanya 37 (55%) anak yang mendapat cairan rehidrasi oral (oralit/Pedialyte).Penggunaan antibiotik didapatkan pada 55 (82%) anak dan anti diare pada 32 (48%)anak. Pemberian ASI hanya didapatkan pada 41 (61%) anak, dan di antaranya pemberianASI dilanjutkan pada 36 (88%) anak, serta dihentikan pada 5 (12%) anak; sedangkan26 (39%) anak sudah tidak mendapatkan ASI. Dari 51 anak yang menggunakan susuformula, didapatkan pemberian susu formula khusus pada 47 (70%) anak danpengenceran susu formula pada 2 (3%) anak. Lama rawat rerata 3 hari, dengan kisaran2 sampai 6 hari, dan 1 anak dirawat lebih dari 7 hari.Kesimpulan: tata laksana diare akut di tiga rumah sakit swasta di Jakarta kurang sesuaidengan panduan/protabel WHO, tampak dari hasil pemakaian CRO hanya pada 50%pasien, antibiotik masih banyak dipakai (90%), dan pemakaian susu formula khususpada 70% anak. Sedangkan pemberian ASI diteruskan cukup baik, yaitu 88%.

Copyrights © 2005