Sari Pediatri
Vol 2, No 1 (2000)

Bayi Terlahir Dari Ibu Pengidap Hepatitis B

Purnamawati S Pujiarto (Staf Pengajar Subbagian Hepatologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Jakarta)
Zuraida Zulkarnain (Staf Pengajar Subbagian Hepatologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Jakarta)
Yulfina Bisanto (Staf Pengajar Subbagian Hepatologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Jakarta)
Hanifah Oswari (Staf Pengajar Subbagian Hepatologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Jakarta)



Article Info

Publish Date
06 Dec 2016

Abstract

Indonesia adalah negara endemis tinggihepatitis B dengan prevalensi HBsAg positifdi populasi antara 7 – 10%. Pada kondisiseperti ini, transmisi vertikal dari ibu ke bayimemegang peran penting. Di lain pihak, terdapatperbedaan natural history antara infeksi hepatitis B yangterjadi pada awal kehidupan dengan infeksi hepatitisB yang terjadi pada masa dewasa. Infeksi yang terjadisejak awal kehidupan atau bahkan sejak dalamkandungan, membawa risiko kronisitas sebesar 80 –90%. Infeksi pada masa dewasa yang disebabkan olehtransmisi horisontal, mempunyai risiko kronisitashanya sebesar 5%.1,2Berdasarkan imunopatogenesis hepatitis B, infeksikronik pada anak umumnya bersifat asimtomatik. Disatu pihak, yang bersangkutan tidak menyadari bahwadirinya sakit. Di lain pihak, individu tersebut potensialsebagai sumber penularan.2Dalam rangka memotong transmisi infeksihepatitis B maka kunci utama adalah imunisasihepatitis B segera setelah lahir, secara universal,terhadap semua bayi baru lahir di Indonesia. Makalahini akan membahas tatalaksana terhadap bayi yang lahirdari ibu mengidap/menderita hepatitis B kronik.

Copyrights © 2000