Sari Pediatri
Vol 5, No 4 (2004)

Mikropenis

Supriatmo Supriatmo (PPDS Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK – USU / RSHAM)
Charles D Siregar (PPDS Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK – USU / RSHAM)



Article Info

Publish Date
06 Dec 2016

Abstract

Jumlah kasus mikropenis tidak diketahui secara pasti, diduga tidak semua pasienberobat. Dalam penanganan mikropenis, terapi hormonal dengan testosteronmerupakan pilihan utama. Terapi testosteron 25 mg intramuskular setiap 3 minggu,4 dosis, dapat langsung diberikan sebelum pemeriksaan kadar testosteron darah.Jika tidak terjadi penambahan panjang penis, pemberian terapi hormonal dapatdiulangi satu siklus lagi. Terapi operatif dipertimbangkan pada kasus yang gagal denganterapi hormonal. Sebaiknya pasien mikropenis diberi pengobatan dalam pengawasanahli endokrinologi anak.

Copyrights © 2004