Sari Pediatri
Vol 9, No 3 (2007)

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gangguan Perkembangan Neurologis pada Bayi dengan Riwayat Hiperbilirubinemia

Baginda Hutahaean (Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, RSUP Dr. Kariadi, Semarang)
Alifiani Hikmah Putranti (Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, RSUP Dr. Kariadi, Semarang)
Kamilah Budhi Rahardjani (Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, RSUP Dr. Kariadi, Semarang)
Magdalena Sidhartani (Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, RSUP Dr. Kariadi, Semarang)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2016

Abstract

Latar belakang. Salah satu penyebab gangguan perkembangan neurologis (GPN) adalah hiperbilirubinemia.Kerusakan sawar darah otak (SDO) meningkatkan permeabilitas otak terhadap bilirubin. Terdapat beberapafaktor yang menyebabkan kerusakan SDO, yang selanjutnya meningkatkan risiko GPN bayi.Tujuan. Mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi GPN pada bayi dengan riwayat hiperbilirubinemia.Metode. Desain longitudinal prospektif, subjek 48 neonatus dengan kadar bilirubin indirek serum (BIS)>10 mg/dL, dirawat Oktober 2004–Agustus 2005, dan dipantau pada usia 3, 6 dan 9 bulan dengan BayleyInfant Neurodevelopmental Screener (BINS). Multivariat cox-regression digunakan untuk analisis.Hasil. Receiver operating curve (ROC) : kadar BIS neonatal dapat sebagai prediktor GPN bayi, dengancut-off point BIS 14,68 mg/dL. Terdapat hubungan bermakna antara BIS dengan GPN (χ2:18,657;p<0,001).Dari uji multivariat Cox-regression : infeksi (Hazard ratio/HR 4.0;CI=0.9;18,1), kadar BIS >14,68 mg/dL(HR 2,5;CI=0.5;12,1) dan tidak mendapat terapi (HR 2.1;CI=0.8;5,6) mempunyai risiko GPN. Asidosisdan hipoglikemia bukan faktor risiko.Kesimpulan. Kadar BIS dapat digunakan sebagai prediktor GPN. Infeksi, kadar BIS >14,68 mg/dL dantidak mendapat terapi merupakan faktor yang meningkatkan risiko GPN pada bayi dengan riwayathiperbilirubinemia.

Copyrights © 2007