Sari Pediatri
Vol 8, No 1 (2006)

Esofagitis Refluks Pada Anak

Badriul Hegar (Divisi Gastroenterologi. Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.)
R. Lia Mulyani (Divisi Gastroenterologi. Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.)



Article Info

Publish Date
05 Dec 2016

Abstract

Esofagitis refluks adalah proses inflamasi pada esofagus akibat refluks gastroesofagus.Toksisitas isi refluks, frekuensi, durasi episode refluks, dan resistensi esofagus terhadapisi refluks merupakan faktor yang berperan terhadap kejadian esofagitis. Gejala klinisesofagitis refluks tidak spesifik. Pada bayi sering terlihat muntah disertai gejala klinisiritabel, tidur tidak nyaman, menolak makan, dan gagal tumbuh, sedangkan pada anakyang lebih besar didapatkan keluhan heartburn dan nyeri epigastrium. Esofagitis tersebarsecara ‘patchy’ dan tidak merata sehingga ketelitian pemeriksaan sangat diperlukan.Secara makroskopis mukosa esofagus dapat terlihat hiperemis, erosi, atau ulkus, sedangkanpada patologi anatomi terlihat gambaran hiperplasia membran basal dengan papila yangmemanjang. Antagonis reseptor H2 dan inhibitor pompa proton (IPP) telah digunakansecara luas untuk terapi esofagitis. Efek jangka pendek, jangka panjang, dan pencegahanrelaps obat-obat tersebut memperlihatkan hasil yang memuaskan, walaupun beberapadata menunjukkan keunggulan IPP dibanding antagonis reseptor H2.

Copyrights © 2006