Sari Pediatri
Vol 3, No 3 (2001)

Peran Penambahan DHA pada Susu Formula

Helena Anneke Tangkilisan (Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK Unsrat - RSUP Manado P.O Box 1066 – Manado)
Hesti Lestari (Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak FK Unsrat-RSUP Manado)



Article Info

Publish Date
06 Dec 2016

Abstract

Pertumbuhan otak yang pesat dalam masa pacu tumbuh otak membutuhkan bahan60% lemak, diantaranya Docosahexaenoic acid (DHA) yang merupakan asam lemak takjenuh ganda rantai panjang omega 3. Umumnya susu formula yang beredar saat initidak mengandung asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang dengan atom karbonlebih dari 18. ASI bukan hanya mengandung asam oleat (18:2n-6) dan asam linolenat(18:3n-3) tapi juga mengandung asam arakidonat (20:4n-6) dan DHA (22:6n-3). Padamasa janin, DHA dan asam arakidonat didapatkan melalui transfer plasenta. Setelahlahir, diperoleh dari diet atau melalui sintesis pemanjangan rantai dan desaturasi dariasam linoleat dan linolenat. Bayi yang hanya minum susu formula sepenuhnya tergantungpada sintesis endogen dari asam lemak tak jenuh rantai panjang. Penelitian menunjukkandalam korteks cerebri terdapat kadar DHA yang lebih tinggi pada bayi yang mendapatASI dibandingkan dengan yang minum susu formula tanpa DHA. Terdapat perbedaantumbuh kembang antara bayi yang mendapat ASI dan yang mendapat susu formulatanpa DHA. Penambahan DHA dalam komposisi dengan kadar seperti pada ASI telahdirekomendasikan oleh banyak lembaga kesehatan.

Copyrights © 2001