Sari Pediatri
Vol 2, No 2 (2000)

Ensefalitis Herpes Simplex pada Anak

Hardiono D Pusponegoro (Subbagian Saraf Anak, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Dr. Cipto Mangunkusumo)



Article Info

Publish Date
06 Dec 2016

Abstract

Ensefalitis herpes simplex (EHS) seringkali berakibat fatal. Virus herpes simpleks (VHS)dapat menyerang semua umur tanpa perbedaan jenis kelamin. Angka kejadian EHSadalah 1:(250.000–500.000) populasi/tahun. Pada fase prodromal dapat ditemukanmalaise dan disertai demam selama 1-7 hari. Pasien mengalami penurunan kesadarandan kejang, dapat berupa kejang umum. Gejala neurologi umumnya ditemukanhemiparesis, sedangkan pemeriksaan darah tepi rutin pada EHS tidak efektif. EEG sangatmembantu bila ditemukan perlambatan fokal di daerah temporal atau fronto temporal.Titer antibodi terhadap VHS dapat diperiksa dari serum dan cairan serebrospinalis.Pengobatan VHS berupa terapi simtomatis dan suportif ditambah antivirus spesifik(acyclovir). Prognosis pasien EHS yang tidak diobati sangat buruk, sedangkan padapengobatan dini dengan acyclovir akan menurunkan mortalitas menjadi 28%.

Copyrights © 2000