Sari Pediatri
Vol 7, No 4 (2006)

Hubungan antara Anemia dengan Perkembangan Neurologi Anak Usia 12-24 bulan

Nurhayati Masloman (Kepala Subbagian Neurologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Sam Ratulangi/RSU Prof. R D Kandou,)
Stefanus Gunawan (Kepala Subbagian Neurologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Sam Ratulangi/RSU Prof. R D Kandou,)



Article Info

Publish Date
05 Dec 2016

Abstract

Latar belakang. Kejadian anemia selama periode kritis perkembangan otak anak dapatmengakibatkan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan anak secara umum.Tujuan. Untuk mengetahui hubungan antara anemia dengan perkembangan neurologipada anak usia 12-24 bulan.Metoda. Penelitian analitik dengan desain potong lintang dilakukan di PosyanduPuskesmas Kecamatan Wawonasa mulai bulan September-Oktober 2004. Subjekpenelitian adalah anak berusia 12-24 bulan yang memenuhi kriteria inklusi. Penentuananemia sesuai kriteria WHO (kadar hemoglobin usia 6 bulan – 5 tahun < 11 g/dl).Perkembangan anak dinilai menggunakan Bayley Infant Neurodevelopmental Screener(BINS). Hasil pemeriksaan dinyatakan dalam 3 kategori yaitu risiko rendah, risiko sedangdan risiko tinggi. Data dianalisis dengan korelasi Spearman rank.Hasil. Subjek penelitian 49 anak terdiri dari 31 (63,3%) laki-laki dan 18 (36,7%)perempuan; didapat proporsi anak anemia 16 (32,7%). Pada kelompok anemiadidapatkan 7 (43,8%) anak kategori risiko tinggi dan 7 (43,8%) risiko sedang. Terdapathubungan yang lemah antara kadar hemoglobin dengan perkembangan neurologi anakusia 12-24 bulan (rs = 0,429;p = 0,001).Kesimpulan. Anak usia 12-24 bulan dengan anemia mempunyai risiko tinggi terhambatdalam perkembangan neurologi.

Copyrights © 2006