Masalah positive relationship menjadi salah satu aspek yang menjadi sorotan dewasa ini. Salah satu masalah yang terjadi adalah masih lemahnya hubungan antar siswa, termasuk siswa dan guru, terutama siswa Kolok, di SD inklusi N 2 Bengkala. Penyebabnya adalah belum pahamnya guru membina Kesehatan mental siswa dalam pembelajaran. Pengabdian kepada Masyarakat yang berlokasi di SD inklusi N 2 Bengkala melibatkan 12 orang guru. Kegiatan ini mengangkat topik penanganan positive relationship melalui STEM berbasis Etnopedagogi sesuai kesepakatan tim, kepala sekolah, dan guru. Tahapan pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan tahapan Joyce & Shower (1980), yang terdiri dari presentasi teori, pemodelan, praktik, dan pemberian umpan balik. Berdasarkan hasil tes sebelum dan setelah pelatihan, didapatkan peningkatan pengetahuan STEM guru sebesar 28%. Guru juga telah mampu mengimplementasikan STEM di kelas pada topik rangka manusia dengan menyajikan masalah siswa yang tidak bisa berjalan karena patah kaki. Disamping itu, behavioral engagement, cognitive engangement, dan emotional engagement siswa menjadi lebih baik.
Copyrights © 2024