Sari Pediatri
Vol 7, No 4 (2006)

Sinusitis pada Anak

Rinaldi Rinaldi (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/ RSUP H. Adam Malik)
Helmi M. Lubis (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/ RSUP H. Adam Malik)
Ridwan M. Daulay (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/ RSUP H. Adam Malik)
Gabriel Panggabean (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/ RSUP H. Adam Malik)



Article Info

Publish Date
05 Dec 2016

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan kasus yang sering ditemukan padaanak. Diperkirakan 0,5%-10% ISPA mengakibatkan komplikasi sinusitis. Sinusitis adalahinfeksi sinus paranasal dengan gejala ISPA yang menetap atau makin berat dalam kurunwaktu tertentu. Tiga faktor yang berperan dalam terjadinya sinusitis adalah ostium yangtertutup, penurunan jumlah atau fungsi silia serta berubahnya viskositas sekret. Dengananamnesis dan pemeriksaan fisik yang teliti dapat ditegakkan diagnosis sinusitis akutpada anak. Pada sinusitis kronis, CT scan merupakan alat bantu diagnosis yang dapatdipercaya. Diagnosis banding antara lain cystic fibrosis dan inverted papilloma. Padaumumnya sinusitis dapat sembuh dengan terapi medikamentosa. Amoksisilin merupakanantibiotik utama disertai dengan pemberian antihistamin, nasal dekongestan dan steroid.Anak yang tidak memberikan respon dengan terapi medikamentosa yang maksimal ataudengan komplikasi dapat dilakukan tindakan pembedahan.

Copyrights © 2006