Penelitian ini mengkaji dinamika masyarakat adat pesisir, khususnya kelompok etnis Borgo-Babontehu, dalam inisiatif pembangunan kawasan pesisir di bagian utara Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap sembilan informan kunci, yang terdiri dari anggota komunitas Borgo-Babontehu dan perwakilan LSM. Data penelitian juga didukung dengan analisis dokumen perencanaan pembangunan serta sumber media digital sebagai data sekunder. Melalui analisis tematik, temuan penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat terlibat dalam proses pembangunan kawasan pesisir, baik secara individu maupun kolektif, meskipun partisipasi mereka masih bersifat nominal. Komunitas ini menunjukkan pengetahuan ekologi adat yang mendalam mengenai sumber daya pesisir dan warisan budaya, yang memiliki potensi besar untuk memperkaya kebijakan pembangunan kawasan pesisir yang berkelanjutan. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan penting, termasuk keterbatasan keterlibatan partisipatif akibat paradigma pembangunan konvensional dan metodologi partisipatif yang tidak efektif, yang berujung pada marginalisasi hak-hak adat dalam konteks pembangunan kawasan pesisir. Sebagai rekomendasi, penelitian ini mengusulkan penerapan kerangka kerja kolaboratif yang lebih baik untuk mengintegrasikan perspektif masyarakat adat dalam strategi pembangunan kawasan pesisir, guna mendorong hasil pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2024