Sari Pediatri
Vol 11, No 4 (2009)

Evaluasi Jumlah Sel T-CD4 dan Berat Badan Anak dengan HIV/AIDS yang Mendapatkan Anti Retro Virus Lini Pertama di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang

Irene Ratridewi (Divisi Infeksi dan Pediatri Tropis SMF/Lab Ilmu Kesehatan Anak Universitas Brawijaya/RSU Dr. Saiful Anwar, Malang)



Article Info

Publish Date
23 Nov 2016

Abstract

Latar belakang. Infeksi HIV merupakan masalah di dunia dan juga Indonesia. Peningkatan kejadian pada ibu hamil juga meningkatkan kasus HIV anak. Virus HIV menginfeksi dan menurunkan jumlah sel T CD4 sehingga menambah risiko terjadi infeksi oportunistik dan memperburuk gizi.Tujuan. Mengevaluasi jumlah sel T CD4 dan berat badan pada pemberian anti retro virus (ARV) terhadap anak HIV/AIDS di RSU dr Saiful Anwar Malang.Metode. Penelitian longitudinal mengukur CD4 dan perubahan berat badan pada anak HIV/AIDS dengan ARV lini pertama (zidovudine, lamivudine, nevirapine) lebih dari 6 bulan. Data disajikan dalam tabel dan gambar.Hasil. Terdapat 13 kasus HIV (dari total 40) dengan ARV ≥6 bulan, tanpa kasus meninggal. Rerata peningkatan berat badan setelah 6 bulan 29,6% (12 kasus), 1 kasus berat badan turun 2,1%, 6 bulan – 1 tahun 8,7% (11 kasus), 1 kasus berat badan turun 8%. Rerata peningkatan berat badan dalam kurun, Waktu 1–1,5 tahun 7,9% (pada 6 kasus), 1,5–2 tahun 6,5% (3 kasus), 1 kasus berat badan turun 2%, rerata peningkatan berat badan 2–2,5 tahun 11,5% (2 kasus), dan 1 kasus telah mencapai 3 tahun pengobatan (berat badan meningkat 19,1%). Jumlah sel T CD4 cenderung meningkat pada 11 kasus dan menurun pada 2 kasus.Kesimpulan. Terdapat peningkatan jumlah sel T CD4 dan berat badan anak HIV/AIDS dengan ARV ≥6 bulan. Obat ARV lini pertama masih dapat digunakan, perlu dipertimbangkan ARV lini kedua pada dua kasus yang mengalami kegagalan terapi.

Copyrights © 2009