Anemia aplastik adalah kegagalan sumsum tulang baik secara fisiologis maupun anatomis.Penyakit ini ditandai oleh penurunan atau tidak ada faktor pembentuk sel darah dalamsumsum tulang, pansitopenia darah perifer, tanpa disertai hepatosplenomegali ataulimfadenopati. Penanganan anemia aplastik masih merupakan masalah yang penting karenapatofisiologi penyakit ini masih belum pasti. Tata laksana anemia aplastik terdiri dari tatalaksana suportif terhadap keadaan yang disebabkan oleh pansitopenia seperti anemia, infeksidan perdarahan, serta tata laksana serta pengobatan yang bertujuan untuk mengganti selinduk yang gagal dalam memproduksi sel-sel darah dan menekan proses imunologis yangterjadi. Tata laksana kuratif terdiri dan transplantasi sumsum tulang dan penggunaanobat-obat imunosupresan. Namun demikian tata laksana anemia aplastik baik yang bersifatsuportif maupun kuratif, dapat menimbulkan masalah-masalah yang mempengaruhiprognosis pasien. Prognosis pasien anemia aplastik umumnya buruk, sekitar dua pertigapasien meninggal setelah 6 bulan diagnosis ditegakkan sebagai anemia aplastik.
Copyrights © 2005